This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 14 Juni 2014

Cestoda (Taenia saginata,Taenia solium,Hymenolepis nana,Hymenolepis diminuta,Dipylidium caninum,Diphyllobothrium latum)



CESTODA

*      Sifat* umum :
-          badan pipih dorsoventral
-          bersegmen
-          tidak punya rongga badan
-          tubuh terdiri dari scolex, leher, proglotid.
-          bersifat hermaprodit
-          ovipar

Taxonomy
*      Phylum: Platyhelminthes
*      Class: Cestoidea
*      Subclass: Cestoda

Taenia saginata.
*      Cacing pita sapi
*      Penyakit : - Taeniasisi saginata
                                    - Cysticercosis bovis
*      Morfologi
                - cacing dws panjang 5 – 10 meter
                - terdiri scolex, leher dan proglotid
*      Hospes definitif : manusia
*      Hospes intermedier : sapi/domba
*      Habitat : mukosa usus halus (jejunum  bagian proximal)
*      Bentuk infektif : larva (cysticercus bovis)
*      Cara infeksi : makan daging sapi yang  mengandung  larva                                                                     (cysticercus bovis)
*      Gejala klinis :      - gangguan G.I.T
- nyeri epigastrium
- mual, muntah, diare
*      Diagnosa : menemukan telur / proglotid   pada px tinja


Taenia solium
*      Cacing pita babi
*      Penyakit : - Taeniasisi solium
                - Cysticercosis cellulose    
*      Hospes definitif : manusia
*      Hospes intermedier : babi
*      Habitat : usus halus bag. Proximal
*      Bentuk infektif : larva (Cysticercus cellulose)
*      Gejala klinis :
                 infeksi oleh T. solium khususnya stadium larva biasanya lbh berat dari Taenia saginata.
                kelainan dapat terjadi scr neurologis bahkan kematian.
                * meningitis
                * hydrocephalus
                * epilepsi
*      Cara infeksi : makan daging babi yang  mengandung larva.
*      Diagnosa : menemukan telur / proglotid pada   px tinja
*      Pencegahan Taeniasis :
                1. pengobatan orang yang mengandung parasit.
                2. kebersihan lingkungan / individu yg baik.
                3. memasak / mengolah daging dg baik.
                4. memberantas sumber infeksi.


Hymenolepis nana
*      Nama lain :          - cacing pita kerdil
                                                - the dwarf tape worm
                                                - taenia murina
                                                - taenia nana
*       HD : manusia, tikus, rodensia
*       Non obligatory intermedier host
*       penyakit : Hemenolepiasis nana / dwarf   tape worm infection
*      Habitat : intestinum bag. Distal
*      Bentuk infektif : (telur infektif) telur berisi    oncosfer
*      Cara infeksi : tertelanya telur infektif secara   peroral
*      Gajala klinis :
                                - Asimtomatis
                                - pd anak* : a. Emeritis (peradangan  intestinum tenue)
                                                      b. Enterocolitis (peradangan   colon)


Hymenolepis diminuta
*      Nama lain :          - cacing pita tikus
                                                - the rat tape worm                        - taenia diminuta
*       HD : tikus, scr kebetulan manusia
*       HI : - pinjal (Ctenocephalides canis,  Xenopsylla cheopis, Pulex irritans)
                                   - kumbang (tenebrio sp.)
                                   - kecoak ( blata sp, blatella sp &  periplanita sp.)
*      Habitat : intestinum tenue.
*      Bentuk infektif : cysticercoid (larva)
*      Cara infeksi : peroral→ makanan yang terkontaminasi hospes intermedier yg mengandung larva (cysticercoid)


Dipylidium caninum
*      Nama lain : 1. double ported dog tape worm
                                        2. cacing pita anjing
*      Nama penyakit : Dipylidiasis
*      Hospes definitif : 1. anjing
                                                  2. manusia
*      Hospes intermedier :
                                - pinjal : * Ctenocephalides canis
                                                      * Ctenocephalides felis
                                                      * Pulex irritans
*      Scolex.
                * bentuk belah ketupat
                * rostelum seperti kerucut
                * terdapat 5 baris kait
                   (30 – 150 kait)
                * terdapat 4 batil isap
*      Bentuk infektif : Cysticercoid
*      Cara infeksi : menelan pinjal ( HP ) yang                   mengandung cysticercoid.
*      Gejala klinis :      * Asimtomatis
                                                * Gangguan G.I.T ringan
*      Diagnosa : menemukan telur (kelompok telur) / proglotid pada px tinja
*      Pencegahaan :
        1. Kontak dg hewan peliharaan jgn  terlalu sering.
2. Hewan peliharaan diobati
3. Menghilangkan kutu / pinjal dg  insektisida.


Diphyllobothrium latum
*      Nama lain : 1. cacing pita ikan
                                      2. broad tape worm
                                      3. taenia lata
                                      4. the fish tape worm
*      Nama penyakit : Diphyllobothriasis
*      HD : * ikan
                         * manusia
*       HI : I. * cyclops
                            * diaptomus
                        II. Ikan air tawar
*      Scolex.
                btk memanjang dengan  2 celah isap.
*      Proglotid.
                * bentuk persegi panjang  dg porus genitalis   ventro medial. (tersusun spt kancing   baju)

*      Gejala klinis.
                * timbul anemia perniciosa.
                * gangguan G.I.T
*      Diagnosa : menemukan telur pada px tinja.
               

Nematoda jaringan ( Filaria Limfatik)



NEMATODA JARINGAN
Filaria limfatik

*    Raview helmint
            Nematoda ada 2 :
            1. N. usus
            2. N. jaringan

Nematoda memiliki ciri-ciri:
1.     kulit: kulit diselubungi oleh kutikula (lapisan sel yang sudah mati), dan dapat berganti kulit (eksufikasi).
2.     Susunan saraf : jaringan saraf terdapat pada bawah kutikula.
3.     saluran usus :organ usus terdiri dari usus depan,tengah dan belakang.
4.     alat reproduksi :yang betina selalu berpasangan (ovarium,oviduk,dan uterus) sedangkan yang jantan tidak berpasangan (testis & spikula).
5.     telur :sel telur yang dibuahi membrannya berwarna kuning dan lonjong.
6.     Larva

Cara penularan nematoda :
1.     memakan telur infektif ( mengandung embrio atau larva).
2.      larva cacing menembus kulit atau infiltrasi.
3.      memakan larva yang terdapat dalam kista.
4.     vektor hewan arthropoda.






Morfologi umum N. jaringan

*    Memiliki 2 stadium utama :
1.      filaria (cacing dewasa), spt benang / tali.lebih sering di dalam jaringan tubuh, saluran / pembuluh limfe
2.     mikrofilaria (larva) peredaran darah tepi hewan/manusia,mata, punggung hidung







                Filaria                                                                         Microfilaria

TRANSMISI
*    Serangga yang menggigit - mengisap darah / melalui kulit atau jaringan kulit yang luka.
*    Tiap spesies mempunyai vektor sendiri-sendiri.
                        1. Wuchereria bancrofti vektomya  Culex, Aedes, Anopheles.
                        2. B. malayi dan B. timori oleh Anopheles dan Mansonia.
                        3. Loa loa oleh lalat Chrysops.
                        4. O. volvulus oleh lalat hitam Simulium.
                        5. M. ozzardi oleh Colicoides dan Simulium.
                        6. D. medinensis oleh  cyclops



DISTRIBUSI
*    Macam-macam spesies penyebab filariasis dengan nama klinisnya :
1.     Wuchereria bancrofti, malayi dan timori : elephantiasis /kaki gajah.
2.     Loa loa menyebabkan loaiasis atau Calabar swelling.
3.     Onchocerca volvulus menyebabkan filariasis kutaneus atau onchocersiasis (pd conjungtiva buta)
4.     Mansonella ozzardi menyebabkan luka dan radang

Identifikasi
*    Sampel pemeriksaan berupa: darah, biopsi kulit, kadang-kadang urine, cairan otak.
*    Identifikasi ditegakan dengan menemukan stadium filaria maupun mikrofilaria
*  Perlu mengenal sifat periodisitas dari parasit tersebut.
*    Periodisitas adalah :
            waktu/periode dimana mikrofilaria berada di dalam darah.
            ada 2 sifat periodisitas :
            1. nocturnal (malam)
            2. diurnal (hari terang)


1.     Pemeriksaan mikrofilaria dalam darah
*    Saat pengambilan sampel darah harus tepat waktu sesuai periodisitas.
*    Identifikasi spesies dapat dilakukan dengan melihat sarung mikrofilaria (sheath). Hal ini mudah dilakukan dengan bantuan pemberian cat.
            - lekuk tubuh
            - inti tubuh
            - inti tambahan





2.     Pemeriksaan mikrofilaria dalam urine dan cairan yang lain.
·        SpesiesWuchereriabancrofti Onchocerca volvulus dan Loa loa sering diketemukan dalam urine.
·        Spesies Brugia malayi dan Wuchereria bancrofti juga diketemukan dalam aspirasi cairan kelenjar limfe.
·        Loa loa diketemukan dalam aspirasi cairan otak.
3.     Pemeriksaan biopsi kulit
            Spesies yang sering diketemukan ialah:Onchocercavolvulus, Dipetalonema streptocerca, Manzonella ozzardi,Wuchereria bancrofti
4.     FILARIA LIMFATIK
·        Wucehereria bancrofti
·        Brugia malayi
·        Brugia timori










Wuchereria bancrofti

·        Nama lain      : filaria bancrofti, filaria sanguinis hominis, filaria nocturna
·        Penyakit        : wucereriasis/filariasis bancrofti Gambaran Elephantiasis
·        Hospes           : manusia (definitif)nyamuk (intermedier)
·        Penyebaran  : daerah iklim tropis, termasuk Indonesia

·       Habitat :
§  mikrofilaria           : peredaran darah tepi
§  filarial                      : saluran limfe        


·       Siklus hidup.
            Larva std III masuk melalui gigitan nyamuk (culex, aedes, anopheles)→ masuk  saluran  limfe  mjd d ws.→  cacing   dan  kopulasi  →mengeluarkan microfilaria ,  hidup  dlm  pembuluh  darah  dan  limfe   terhisap nyamuk→ berkembang     mjd     larvastadium    I, II    stadium  III  siap     ditularkan.

·       Morfologi.
Microfilaria wuchereria bancrofti.
Stadium mikrofilaria
-         lekuk badan halus
-         Sarung badan : pucat
-         Susunan inti badan : teratur
-         Ruang kepala → panjang = lebar  
-         Tidak memiliki 2 inti tambahan
-         Mikrofilaria memiliki periodisitas nocturna : berada dalam pembuluh darah pd malam hari.
-         Diagnosa : menemukan mikrofilaria pada pemeriksaan darah (nocturna)
 Wuchereria bancrofti






·       Diagnosis :
            - Secara parasitologi : menemukan mikrofilaria dalam darah
            - sacara radiodiagnosis : USG, limfosintigrafi
            - secara imunologi : ELISA, ICT
            - secara biologi molokuler : pelacak DNA

            Sekian penjelasan dari saya…..

By : Aggwicak.blogspot.com